[MOVIE REVIEW] The Raid 2 : Berandal

Akhirnya… Film yang cukup ditunggu ini tayang juga di bioskop, setelah bersabar sekitar 3 tahun. Kali ini Rama (Iko Uwais) kembali beraksi pasca di film pertama ia berhasil mengalahkan seorang bos narkotika.

STORYLINE :

Cerita film ini dimulai setelah Rama selesai menyelesaikan tugasnya di film pertama. Kali ini Rama diajak bergabung dengan kepolisian. Kali ini tugasnya adalah menyamar sebagai polisi. Untuk penyamaran ini, Rama harus masuk ke penjara dan mengganti namanya menjadi Yuda. Di dalam penjara, Rama/Yuda menyelamatkan anak seorang gangster yang disegani, Uco (Arifin Putra). Uco pun merasa hutang budi dan dia pun yang menjemput Rama saat Rama keluar dari penjara. Tidak hanya itu, Rama juga direkrut bekerja bersama Uco. Rama pun dengan mudah mengetahui apa saja dan siapa saja yang terkait dalam hidup Uco, termasuk ayahnya yang seorang gangster, Bangun (Tio Pakusadewo). Uco sendiri rupanya punya keinginan menjadi sosok yang lebih besar dari ayahnya. Hal ini dimanfaatkan oleh Bejo, yang akhirnya memperalat Uco. Bagaimana efek dari Uco yang sudah diperalat Bejo? Saksikan film The Raid 2 : Berandal.

REVIEW :

Saya sempat ngobrol dengan Iko Uwais lewat phone interview. Saya bertanya, kenapa sih orang-orang perlu nonton film ini? Dia menjawab, film ini tidak ingin menyajikan kekerasan ataupun action-nya sebagai yang utama, tapi film ini ingin menunjukkan sebuah kesenian di Indonesia yaitu beladirinya. Oke. Saya setuju. Adegan aksi yang ada di film ini memang keren, tapi di balik kekerenan itu, ada maksud untuk mengenalkan seni bela diri asli Indonesia. Banyak yang bingung dengan adegan yang memunculkan salju, padahal lokasinya di Indonesia. Well, all I can say, ini film lho. Disamping memang harus dibuat senyata mungkin, tapi ya tetap boleh lah untuk menggunakan imajinasi. Sedikit membayangkan kalau Indonesia bersalju kan tidak apa-apa. Gak ada larangannya. Saya pribadi tidak mempermasalahkan hal tersebut. Yang menjadi masalah buat saya saat menonton film ini adalah film ini memiliki banyak sekali karakter dan sebagian besar adalah karakter pria. Sepertinya karakter perempuan ini hanya 2 atau 3 ya? Ya itu lah. Dan mungkin ekspektasi saya sepertinya terlalu tinggi untuk karakter Hammer Girl. Julie Estelle memang cukup sukses menampilkan aksiĀ  yang keren dan berkolaborasi dengan Very Tri Yulisman sebagai Baseball Bat Man. Saya sih cukup terpana dengan kemampuan Julie beradegan action yang seru. Tapi sebenarnya saya berharap, latar belakang dari Hammer Girl dan Baseball Bat Man dikupas lebih dalam. Baseball Bat Man justru sukses menampilkan aksi yang keren. Well, nampaknya ekspektasi terlalu tinggi memang cenderung menimbulkan kekecewaan ya? Tapi intrik dari film ini memang seru. Saya menikmati intrik film ini. Dan ARIFIN PUTRA!! Finally, dia dapat peran yang cocok. Menurut saya, dia tampil sangat baik sebagai Uco.Ekspresinya dapet, emosinya dapet, Arifin sukses menghidupkan karakter Uco. Film ini layak tonton. Untuk yang berusia 17 tahun keatas.

RATES : 4 of 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

27 − = 23