[MOVIE REVIEW] The Fault In Our Stars

Semakin banyak film yang diangkat dari novel laris. Entahlah apakah ini bentuk suatu kebuntuan ide cerita atau memang ada tantangan tersendiri ketika memvisualisasikan sebuah tulisan menjadi sebuah gambar bergerak. Well, itu hanya pemikiran saya saja sih. Tidak ada tendensi apa-apa. Anyway, film berikut juga diangkat dari novel laris. Judulnya : The Fault In Our Stars.

STORYLINE :

Hazel adalah seorang perempuan yang didiagnosa menderita kanker thyroid, sementara Gus menderita kanker di kakinya yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi. Keduanya bertemu saat mereka sama-sama mengikuti sesi sharing dengan penderita kanker lainnya. Gus merasa jatuh cinta pada pandangan pertama dan berusaha semaksimal mungkin membuat Hazel suka dengannya. Rupanya usaha Gus cukup berhasil. Mereka pun menjalani hubungan di tengah penyakit yang semakin menggerogoti fisik mereka. Seberapa jauh fisik dan hati mereka masing-masing bertahan dengan keadaan yang kurang menguntungkan ini? Temukan jawabannya di film THE FAULT IN OUR STARS.

TRAILER :

[youtuber youtube=’http://www.youtube.com/watch?v=9ItBvH5J6ss’]

REVIEW :

Film ini manis. Sepertinya sudah lama saya tidak menyaksikan film drama romantis remaja Hollywood. Entah kenapa yang terlintas di kepala saya, kalau ngomongin film drama romantis remaja Hollywood, ingatan saya mengarah ke A Walk To Remember. Twilight? Ah ada actionnya. Tidak 100% drama. Jadi kok lama banget ya kayaknya? Dan film ini menurut saya cukup sukses. Sukses membuat satu studio ketika saya nonton jadi sesenggukan berjamaah. Akting Shailene Woodley dan Ansel Elgort cukup meyakinkan sebagai sepasang kekasih. Padahal sebelumnya, mereka berpasangan di film Divergent sebagai kakak-adik. Dan ya. Harus saya akui, Shailene Woodley nampaknya akan semakin bersinar. Setelah sukses di Divergent, kali ini di The Fault in Our Stars dia tampil baik sebagai seorang penderita kanker yang tidak bisa lepas dari tali dan tabung oksigen. Saya cukup yakin kalau dia masih akan terus menanjak karirnya. Mengingat sekuel Divergent juga mulai dipersiapkan. Ansel Elgort juga tampil lovable di film ini. Sebagai Gus yang agak aneh, buat saya, dia sukses menghidupkan karakter Gus. Saya sih belum membaca novelnya. Tapi gara-gara itu, saya jadi tidak terlalu berharap ketinggian dengan film ini. Dan kedua karakter ini sukses membangun emosi yang berakibat sembabnya mata para penonton. So, buat kamu yang berencana nonton, film ini saya rekomendasikan untuk ditonton. Jangan lupa bawa tissue ya kalau nonton ini. Eh tapi film ini saya gak mengeluarkan air mata lho. Hanya berkaca-kaca. Nampaknya saya mulai kebal dengan film drama karena mulai sering nonton film drama Korea. Hehehehe.

RATES : 3.5 of 5 stars

One Response to [MOVIE REVIEW] The Fault In Our Stars

  1. Hamid Anwar says:

    Saya habis nonton nih mas gara2 diajakin Mb Pacar. Tapi saya kok brasa datar ya ntn ini film. Apa karena saya sudah tidak remaja lagi? :/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 5 =