[MOVIE REVIEW] Selamat Pagi, Malam

Kota Jakarta nampaknya tidak akan pernah habis untuk dibahas dalam sebuah film. Gaya hidupnya, kondisi lalu lintasnya, kehidupan malamnya, dll. Kali ini ada lagi satu film Indonesia yang menceritakan tentang kehidupan malam Jakarta, judulnya adalah SELAMAT PAGI, MALAM.

STORYLINE :

Kehidupan malam kota Jakarta kali ini diceritakan lewat cerita 3 wanita : Gia (Adinia Wirasti), Ci Surya (Dayu Wijanto), dan Indri (Ina Panggabean). Gia yang baru kembali di New York mengalami culture shock yang luar biasa. Tapi di balik kepulangannya ini, dia cukup bahagia karena bisa bertemu dengan mantannya selama di New York, Naomi (Marissa Anita). Akhirnya Gia dan Naomi pun memutuskan untuk keluar malam serta menghabiskan waktu bersama. Ci Surya baru saja ditinggal suaminya yang beru saja meninggal. Saat merapikan barang-barang milik suaminya, dari dompet suaminya ditemukan sebuah nama : Sofia (Dira Sugandi). Akhirnya Ci Surya pun memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat dimana Sofia bekerja sebagai penyanyi klab. Sementara Indri adalah seorang petugas sebuah gym centre. Demi untuk sebuah kopi darat dengan Davit (Paul Agusta), yang mengaku sebagai orang yang sukses, Indri pun mencuri sebuah high heels milik salah satu member gym-nya. Ternyata pertemuan Indri dengan Davit malah mempertemukan Indri dengan orang lain yang justru menjadi temannya melewati malam di Jakarta. Bagaimanakah konflik yang dialami Gia dan Naomi yang kembali bertemu setelah bertahun-tahun? Apa yang dilakukan Ci Surya saat bisa melihat Sofia secara langsung? Bagaimana juga dengan Indri? Apa yang terjadi saat kopi darat-nya dengan Davit? Saksikan film Selamat Pagi, Malam.

TRAILER :

[youtuber youtube=’http://www.youtube.com/watch?v=KQlzFdWH4_4′]

REVIEW :

Jujur saya sempat kecewa karena film ini di Jabotabek sempat diputar secara midnight. Sementara di kota saya tidak midnight. Gila! Jarang banget kali ada film Indonesia yang tayang midnight. Makanya, ketika film ini akhirnya tayang reguler, saya tidak pikir panjang untuk nonton atau tidak. Akhirnya nontonlah saya film Selamat Pagi, Malam ini. Well, this movie is quite nice. Konflik yang muncul dari masing-masing karakter cukup berhasil diangkat dan diikuti. Oh iya, sepertinya ada beberapa adegan yang mengalami pemotongan sensor deh. Karena sempat terasa jumping adegannya. Walaupun terasa baik dalam menceritakan konflik masing-masing karakter, saya sebagai penonton tetap mengalami ketidakpuasan dalam menyaksikan film ini. Apa ya? Something’s missing. Kayaknya dalam bagian penutupan cerita deh. Kesannya kayak diburu-buru untuk diselesaikan. Terutama saat penceritaan karakter Ci Surya. Tadinya saya pikir justru karakter Indri yang akan paling sedikit diceritakan karena cukup lemah, tapi makin ke belakang, kok ceritanya Ci Surya makin lemah ya? Cerita Indri justru menguat, serta cerita Gia cukup konsisten. Ya mungkin itu yang namanya keseimbangan dan keadilan ya? Hehehe. Tapi secara keseluruhan film ini cukup baik dan sayang untuk dilewatkan. Kehadiran beberapa pemain pendukung seperti Paul Agusta, Amink, Sunny Soon, serta Mak Gondut cukup membuat saya tersenyum saat menontonnya. Saya juga sempat tersenyum saat Gia mengalami culture shock karena melihat orang Indonesia sangat bergantung pada gadget. Dia pun bertanya : “Kenapa sih semua orang Jakarta punya HP lebih dari satu?”. Naomi pun mengatakan kalau provider di Indonesia itu jelek, jadi butuh cadangan. Hahaha. Sebagai pemilik HP yang lebih dari satu, saya sempat kesentil juga. Haha. Penampilan Marissa Anita di film ini buat saya enchanting. Dia bisa berakting! Enak banget ngeliat aktingnya sebagai Naomi, dan adegan makan mie instan pake keju adalah sebuah kejutan buat saya. Selain sukses bikin saya pengen makan mie instan saat itu juga, ternyata cara makan Marissa Anita sama dengan cara saya makan mie instan. Hahahaha. Ternyata saya tidak sendirian yang punya cara makan seperti itu. Emang kayak gimana cara makannya? Ya, silakan deh ditonton film ini, demi film Indonesia yang lebih baik. Karena film ini menurut saya sukses meng-capture Jakarta di waktu malam dan membuat saya kangen Jakarta. Good to watch! 🙂

RATES : 3 of 5 stars.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

89 − 80 =