[MOVIE REVIEW] Pitch Perfect 2

Setelah merasa kurang beruntung karena film pertama dari Pitch Perfect tidak diputar di jaringan bioskop Indonesia, kali ini film Pitch Perfect 2 bisa ditonton di bioskop Indonesia.

pitch_perfect_two_ver3

STORYLINE :

Tiga tahun pasca memenangkan kompetisi acapella, The Barden Bellas menjadi sebuah kelompok acapella yang diandalkan dari Universitas Barden. Sampai  mereka tampil di depan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dan istrinya. Tragedi wardrobe malfunction pun dialami oleh Fat Amy, salah satu anggota The Barden Bellas. Setelah kejadian itu The Barden Bellas berusaha untuk memperbaiki reputasi mereka. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti kejuaraan dunia acapella. Di sisi lain, Beca si pemimpin baru The Barden Bellas mulai disibukkan dengan kegiatan di luar The Barden Bellas. Bagaimanakah perjalanan The Barden Bellas kali ini? Siapa saja saingan mereka di kompetisi acapella? Saksikan di film The Pitch Perfect 2!

TRAILER :

REVIEW :

Masih mengandalkan lagu-lagu lama dan lagu-lagu top 40 yang diaransemen ulang dalam bentuk acapella. Secara lagu, saya terhibur.  Apalagi pas lagu Treasure yang dinyanyiin sama The Treblemaker. Happy! Lagu lain juga. Pas bagian riff-off juga seru. Selalu seru dari jaman film pertama. Ceritanya juga menarik. Yang menurut saya kurang dari film ini, justru pembagian cerita di beberapa karakter. Kecuali Beca (Anna Kendrick), Fat Amy (Rebel Wilson), dan si anak baru Emily (Hailee Steinfeld), yang punya banyak dialog dan adegan, karakter lain nampak seperti tempelan. Terutama sih kalau saya merasa karakter Lily, si gadis berinsang, tidak terlalu mencolok seperti di film pertama. Sepertinya hanya satu adegan yang menampilkan karakter Lily. Padahal di film pertama dia cukup mencuri perhatian. Selain itu, akting Hailee Steinfeld sebagai Emily nampak kurang meyakinkan. Agak abu-abu gitu. But it’s not a big deal. Tapi efek setelah menonton film ini menyenangkan sekali. Bikin happy. Apalagi karena setiap hari saya berurusan dengan lagu-lagu, jadi ada beberapa lagu yang membuat saya tidak berhenti menyanyi ngikutin lagu di sejumlah adegan film ini. Penampilan yang paling berkesan? Ada 3 sih, yang pertama saat riff-off, Lollypop-nya The Treblemakers, dan penampilan The Barden Bellas di final. Lagu Flashlight yang versi soundtracknya dinyanyikan oleh Rita Ora terasa lebih menyentuh saat dinyanyikan The Barden Bellas. Good movie!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

51 + = 56