[MOVIE REVIEW] Oo Nina Bobo

Akhirnya… Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya film ini tayang juga. Sebelumnya saya sudah sempat membahas film ini disini. Akhirnya sudah menyaksikan full filmnya, jadi bisa bercerita lebih banyak lagi. And here we go!

STORYLINE :

dr. Karina sedang menyelesaikan studi psikologinya. Untuk penelitiannya, dia berencana untuk melakukan terapi kepada Ryan yang menderita post traumatic stress disorder selaama 5 tahun akibat ditinggal orangtua dan adiknya yang meninggal secara tidak wajar. Karina pun membawa Ryan kembali ke rumah lama Ryan. Awalnya Ryan terlihat takut dan tidak yakin untuk kembali ke rumahnya itu. Dia pun tidak memilih kamar aslinya dulu, malah memilih kamar di lantai 1. Karina diberi waktu 2 minggu untuk melakukan penelitian terhadap Ryan. Seminggu pertama, Ryan belum menunjukkan hasil yang baik. Lebih banyak diam. Dari dokumen dokter terakhir yang memeriksa Ryan, Karina dilarang untuk menyanyikan lagu Nina Bobo. Hingga suatu malam, Karina nekat menyanyikan lagu Nina Bobo saat Ryan sudah tidur. Ryan juga sempat melarang Karina menyanyikan lagu Nina Bobo, karena bisa mengundang “dia” untuk datang. Siapakah dia yang dimaksud Ryan? Gangguan apa saja yang dirasakan Karina dan Ryan pasca dinyanyikannya lagu Nina Bobo? Seperti tagline film ini : Yakin kamu mau tidur? Ya mending nonton film ini untuk tau jawabannya.

Poster Nina Bobo

REVIEW :

Akhirnya muncul lagi film horor Indonesia yang tidak menjual judul aneh dan tidak menjual body seksi nan murahan. Nampaknya sudah agak lama ya? Kali ini Jose Poernomo menambah panjang daftar film horor buatannya, dan bekerjasama dengan Rapi Film untuk menghasilkan sebuah film horor yang terinspirasi sebuah lagu yang populer dari jaman kita kecil. Tapi beneran film ini sukses membuat saya agak merinding sama lagu Nina Bobo. Baru mulai film aja, langsung disuguhi lagu Nina Bobo yang kayaknya dibuat di jaman Belanda. Tingkat keseraman lagu ini langsung meningkat ratusan kali lipat. Nah untuk filmnya sendiri, awalnya saya sempat terganggu dengan rambut merah Revalina. Sebagai mahasiswa S2 dan seorang dokter, dia nampak terlalu modern. Tapi disisi lain, penampilan Revalina di film ini merupakan penampilan Revalina ter-chic dari seluruh film yang pernah dimainkannya. Kembali ke filmnya, beberapa adegan cukup membuat saya kaget. Salah satunya adalah saat Revalina secara tidak sengaja mengarahkan lampu senter ke belakangnya. WOW! Tapi saya agak mempertanyakan kehadiran hantu-hantu keluarganya Ryan. Kenapa mereka tetap hadir saat Karina dan Ryan di rumah itu. Oh iya, sosok makhluk yang sensitif dengan lagu Nina Bobo ini mengingatkan saya dengan dementor di film Harry Potter. Hahahaha. Tapi yaa… Walaupun begitu, film ini cukup mengobati kekangenan saya dengan film horor Indonesia yang beneran horor. Nonton deh.

RATES : 3 of 5 stars.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

41 + = 48