[MOVIE REVIEW] Mall Klender / The Mall

Dari rumah produksi Hitmaker Studio, setelah sebelumnya sukses dengan Rumah Kentang dan 308, kali ini mereka menampilkan film horor yang masih mengangkat cerita dari kisah urban. Sebuah mall yang sudah terbakar dan kemudian dibangun lagi, namun meninggalkan misteri. Film ini berjudul : MALL KLENDER/ THE MALL!

STORYLINE :

Ada 4 sahabat : Mila, Panji, Karina, dan Danang yang suka sekali berburu penampakan. Ternyata ini untuk mereka jual ke stasiun TV. Di saat mereka hampir menyerah dan tidak lagi berburu hantu, Mila menceritakan tentang sebuah tantangan dari sebuah mall yang menjanjikan hadiah. Mereka ditantang untuk tinggal di mall selama 24 jam untuk membuktikan bahwa mall tersebut tidak berhantu. Mila pun mengajak ketiga temannya untuk melakukan tantangan tersebut, ditambah lagi, saat nanti mereka sedang di dalam mall, Mila akan merayakan ulang tahunnya yang ke 23. Dan di usia tersebut, “mata ketiga” Mila akan terbuka dan dia bisa melihat hal-hal gaib. Berhasilkah mereka melewati tantangan ini? Saksikan film Mall Klender / The Mall.

TRAILER :

[youtuber youtube=’http://www.youtube.com/watch?v=uEFa0dSbRCM’]

REVIEW :

Saya selalu memberi ekspektasi yang agak tinggi setiap Hitmaker Studio mengeluarkan film horor. Karena biasanya Hitmaker Studio membuat film horor tanpa menampilkan unsur seksi dan buka-bukaan, jadi bisa fokus ke cerita dan unsur horornya. Walaupun bintang-bintangnya ya itu-itu saja. Ketika saya tau tentang film ini akan dibuat, dengan pemain-pemain yang ada, saya langsung berpikir. Shandy Aulia dan Denny Sumargo pernah bermain bareng dalam 308, Shandy Aulia dan Tasya Kamila pernah jadi kakak-adik di Rumah Kentang, dan film-film itu belum terlalu lama dirilis. Jadi memori tentang film itu masih cukup kuat. Saya sangat berusaha untuk melupakan film-film itu saat nonton film Mall Klender ini, biar saya bisa mencari chemistry baru dari para pemain ini. Well, saya menghargai usaha Hitmaker yang membuat film horor tanpa unsur seksi. Secara singkat, film ini tidak tereksekusi dengan baik padahal film ini sangat potensial membuat takut. Ada beberapa adegan yang membuat kaget tapi selebihnya ya sudah. Saya mengikuti ceritanya saja. Kehadiran Tasya Kamila di film ini entah kenapa saya rasa agak dibuat-buat aktingnya. Kurang natural. Mungkin karena terkait dengan karakter Karina yang diperankannya. Saya sempat bingung saat film ini tayang di hari pertama, mendadak kok banyak yang nyebut film ini dengan The Mall. Ternyata The Mall itu adalah judul yang beredar untuk wilayah Asia Tenggara. Tapi memang harusnya dari awal, film ini disebut saja dengan The Mall. Karena sepanjang film (seingat saya) tidak ada menyebut kata Klender. Tapi yaaa…. Lumayan lah.

RATES : 3 of 5 stars.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

26 − 18 =