[MOVIE REVIEW] Ekskul (2006)

Tiba-tiba saya ingin menulis tentang film ini. Sebuah film Indonesia yang rilis di tahun 2006 yang sempat mengundang kontroversi. Dibintangi oleh Ramon Y Tungka sebagai pemeran utama, inilah EKSKUL!

STORYLINE :

Joshua (Ramon Y Tungka) adalah seorang anak pendiam di sekolahnya. Bisa dibilang, ia menjadi korban bullying di sekolahnya. Saat di rumah pun dia masih menerima siksaan dari orang tuanya yang selalu berteriak tentang apapun. Di sekolah, Joshua dekat dengan Cathy (Metha Yunatria) yang ternyata, Cathy berpacaran dengan seorang siswa pentolan di sekolah itu. Jadilah Joshua semakin habis di-bully. Sebenarnya Joshua cukup dekat dengan guru BP-nya, tetapi dasar sikapnya Joshua yang memang tertutup, guru BP-nya pun tidak berhasil membuat Joshua bercerita. Di sisi lain, seorang siswi bernama Sabina (Sheila Marcia) yang rupanya menaruh perhatian pada Joshua, namun tidak ditanggapi oleh Joshua. Namanya kesabaran ada titik didihnya. Joshua pun mencari cara untuk membalas dendam ke orang-orang yang menyiksanya di sekolah. Dengan menggunakan kertas ijin siswa yang diambilnya dari tempat guru BP-nya, Joshua berhasil mengumpulkan dan menyekap ke-6 orang siswa dan siswi yang “diundang” Joshua.  Pembalasan dimulai. Bagaimanakah akhir dari kisah penyekapan Joshua ini? Saksikan film ini di DVD/VCD.

REVIEW :

Saya ingat betul, film ini tidak bertahan lama di bioskop. At least di bioskop langganan saya. Hanya sekitar 3 hari tayang, kemudian di-drop dari bioskop. Membuat saya merasa gagal untuk menonton film Indonesia. Walaupun begitu, film ini mendapat kategori utama di Festival Film Indonesia 2006 (FFI 2006), sebagai FILM TERBAIK. Bayangin! FILM TERBAIK. Tapi rupanya, kemenangan film ini memicu sedikit konflik. Rupanya, para peraih penghargaan FFI 2006 tidak rela jika Eksul menjadi pemenaang. Akhirnya gelar Film Terbaik FFI 2006 pun dilepas dari Ekskul. Tentang film ini sendiri. Saya sempat kecewa karena tidak sempat menyaksikan film ini di bioskop. Karena ketika saya membeli VCD-nya, menurut saya film ini adalah film bagus. Di minggu pertama kepemilikan VCD Ekskul, saya menyaksikan film ini sekali sehari. Jadi semacam obat yang harus dihabiskan. Dalam sehari nonton 1x, mungkin karena tema film ini cukup menarik. Disamping belakangan diketahui bahwa scoring yang digunakan di film ini menampilkan lagu yang sudah lebih dulu digunakan dalam sebuah film lain. AKting para pemainnya sih sudah cukup tidak ada yang terlalu lebay, kecuali Sheila Marcia yang sebenarnya karakternya lovable, tapi karena faktor bahasa yang membuat aksen Indonesianya terlihat terbatas banget. Akting Ramon sebagai yang tersiksa juga cukup meyakinkan. Bagaimana dia menghadapi tekanan-tekanan yang cukup berat di sekolah bahkan di rumah. Coba kamu nonton deh. Udah.. Lupain aja kalau scoring ini ternyata menggunakan musik dari orang lain. Ceritanya memang menyentuh dan sedikit memacu emosi. Coba ditonton.

RATES : 2.5 of 5 stars.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 4 =