[MOVIE REVIEW] Deliver Us From Evil

Saya selalu suka dengan kejutan. Baik itu kejutan ulang tahun, kejutan karena dikagetin, termasuk kejutan yang diberikan dari sebuah film horor. Makanya saya jarang sekali menunda ketika ada film horor yang tayang di bioskop, karena ingin merasakan lagi kejutan demi kejutan yang diberikan film horor. Termasuk ketika nonton film ini : DELIVER US FROM EVIL.

deliver us

STORYLINE :

New York di tahun 2013, seorang polisi bernama Ralph Sarchie mendadak mendapat tugas untuk menangkap seorang pria yang telah memukuli anak dan istrinya. Sarchie dan rekannya, Butler, pun menuju ke rumah pria yang dimaksud. Sayangnya pria tersebut berhasil lolos. Berawal dari kejadian tersebut, Sarchie pun mulai diganggu oleh hal-hal yang tidak masuk di akal. Karena ternyata, pria tadi memiliki hubungan dengan dunia gaib. Sarhie sendiri bukanlah seorang yang taat beragama. Dan nyatanya, Sarchie pun tidak sanggup menangani masalah ini. Saat menggeledah sebuah rumah yang memiliki keterkaitan dengan kasus ini, Sarchie menemukan sebuah tulisan yang dia sendiri tidak paham artinya. Selain itu, Sarchie juga mulai mendengar suara-suara dan wujud yang hanya dirasakan olehnya sendiri. Akhirnya setelah bekerja sama dengan dengan seorang Pendeta, Sarchie berusaha menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan akal sehat atau keluarganya juga bisa menjadi korban berikutnya. Bagaimanakah usaha Sarchie menyelesaikan masalah ini? Saksikan “Deliver Us From Evil”.

TRAILER :

[youtuber youtube=’http://www.youtube.com/watch?v=Mls3RdmQ6R0′]

REVIEW :

Seperti yang saya bilang di awal tulisan, saya selalu ingin merasakan lagi kejutan-kejutan yang diberikan oleh film horor. Ketika tau ada film horor, lalu saya nonton trailernya, lalu saya suka, pasti saya akan nonton film itu di hari pertama rilis. Kalau tayang midnight ya saya bela-belain nonton juga. Film ini juga melewati tahap itu. Saya liat poster dan infonya, nonton trailernya, penasaran, begitu tayang di bioskop langsung berangkat. Awalnya ketika melihat judulnya, reaksi saya, “Wah! Film ini kok judulnya ini?” Saya berpikir seperti itu karena frase “Deliver Us From Evil” adalah sebuah kalimat yang terdapat dalam salah satu doa pokok dari umat Kristiani, yaitu doa Bapa Kami. Kalau di doa Bapa Kami bahasa Indonesia, frase tersebut berarti “Bebaskanlah kami dari segala yang jahat”. Tapi saya tidak ingin berpikir macam-macam, judul hanyalah judul. Ketika nonton trailernya, oke saya penasaran dengan film ini. Akhirnya film ini tayang. Dan buat saya, film ini terasa seperti film religi Katolik. Adegan pengusiran setan yang dilakukan di film ini menurut saya sangat agamis sekali. Dan sepertinya memang di sebagian besar film yang ada adegan exorsicm menggunakan teknik yang sama. Tapi di film ini, entah kenapa pesan moral yang saya dapat adalah : “jangan sampai jauh dari Tuhan, deh. Kalau sesama manusia sudah tidak bisa membantu, kepada siapa lagi kamu akan meminta bantuan?” See? Religius banget kan pesannya? Walaupun film ini dikemas dalam film horor. Oke, itu dari sisi film in general ya, kalau dari packaging-nya sebagai film horor, seperti biasa, seperti di Indonesia juga, film horor Hollywood ini tidak memasang bintang yang terkenal banget. Saya hanya tau Eric Bana si pemeran utama film ini adalah pemeran Hulk, lalu Olivia Munn seperti pernah dengar namanya tapi lupa dia main di film apa. Apa formula film horor seperti itu ya? Bintang film nggak penting, yang penting efek ngagetinnya. Well, beberapa kali film ini memang sukses membuat saya berteriak kaget. Bahkan ada adegan yang sukses membuat saya teriak cukup kencang sampai diliatin orang sebelah. Hahaha. Sorry! Tapi buat saya, efek yang muncul setelah menonton film ini tidak membuat saya takut sih. Merinding sedikit tapi ya sudah gitu aja. Dan ternyata film ini berasal dari kisah nyata dan sutradara film ini adalah orang yang juga membuat film Sinister dan The Exorsicm of Emily Rose, ya film ini kurang lebih tingkat keseramannya seperti itu lah. Kalau kamu penyuka horor, ya berarti film ini harus masuk daftar nonton kamu.

RATES : 3 of 5 stars.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

35 + = 40