[MOVIE REVIEW] Angker

Sepanjang tahun 2014, nampaknya belum ada film horor Indonesia yang benar-benar sukses membuat takut. Sebagian besar film horor yang rilis masih menyertakan paket dada dan paha, tapi ada juga yang horor murni seperti film ANGKER ini.

angker

STORYLINE :

Kejadian bersetting di sekitar akhir tahun 1970an. Sebuah keluarga baru saja pindah ke daerah Bangil, Jawa Timur. Sang suami, Harun, bertugas di luar kota. Jadilah di rumah baru itu tinggal sang istri, Ratna dan ketiga anaknya. Belum beberapa lama tinggal di rumah itu, Ratna mulai mengalami kejadian aneh. Dia mulai mendengar suara-suara aneh, kemudian anak bungsunya yang menemukan sebuah lukisan misterius bergambar seorang wanita tua yang dari hari ke hari posisinya selalu berubah, kemudian anak sulungnya kesurupan, dan anak laki-lakinya menghilang secara misterius. Setelah meminta bantuan kepada seorang dukun, belakangan diketahui, wanita tua tersebut bernama Mbah Tun, seorang dukun santet, dan rumah yang ditinggali keluarga Ratna dulunya merupakan tempat tinggal Mbah Tun. Lantas, apa yang harus dilakukan Ratna untuk melawan teror dari Mbah Tun? Saksikan film ANGKER!

TRAILER :

REVIEW :

Tanpa paket dada, tanpa paket paha, tanpa teriakan-teriakan ketakutan, tanpa ekspresi wajah ketakutan, film ANGKER sukses membangun atmosfer horor dari awal hingga akhir. Sosok Mbah Tun yang tanpa ekspresi sukses menebar teror tidak hanya bagi keluarga Ratna, tapi juga penonton. Ditambah lagi dengan suara teror dari Mbah Tun yang cukup membekas, “IKI OMAHKU.. IKI PANGGONANKU.. AKU IKI MBAH TUN..” Sebagai penonton, saya ketakutan sendiri ketika Ratna justru menantang Mbah Tun untuk muncul. Ada bagian dari film ini yang mungkin mengingatkan dengan sebuah film horor Hollywood populer. Saya cukup setuju kalau film ini dibuat sekuel. Hahaha. Soalnya saya merasa, di 1/4 bagian terakhir, alurnya jadi cukup cepat. Masalah akting, saya cukup surprise ketika melihat Lia Waode berperan sebagai Ratna di film ini. Sebelumnya, Lia Waode berperan sebagai hantu suster ngesot di film berjudul Suster Ngesot, bersama Nia Ramadhani dan Mike Lewis. Nah di film ini, Lia berakting dengan baik saat berperan sebagai seorang ibu dengan 3 anak yang berani menghadapi makhluk astral demi kehidupan yang nyaman bersama keluarganya. Seriously, dia berakting meyakinkan. Jelas sebuah kenaikan kelas bagi Lia Waode. Congratz! Nah untuk filmnya keseluruhan, film ini layak disebut sebagai film terseram di 2014. Selamat sekali lagi untuk M Yusuf sebagai sutradara dan Triple A Film sebagai PH yang kembali sukses menebar teror di film horor, setelah tahun lalu menghasilkan Kemasukan Setan. Dua film horor dengan kualitas baik membuat saya menantikan film selanjutnya dari PH dan sutradara ini. Horor lagi, boleh. Genre lainnya, kalau tertantang, boleh juga. Yang belum nonton film ini, dapet salam dari Mbah Tun! :p

RATES : 3,5 of 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 4 =