[MIND & THOUGHT] Ngurus Web = Ngurus Rumah?

Nggak terasa sudah 1 tahun lebih saya punya web pribadi www.dimasdaniel.com ini. Mungkin bukan hal yang wow-wow banget  ya? Saya sendiri merasa selama setahun ini belum merasa maksimal dengan web ini. Tapi walaupun begitu, saat tepat perayaan 1 tahun kemarin, saya mengadakan dengan beberapa pembaca web saya. Hehehe.

PicsArt_1380721604112

Tapi selama setahun lebih ini, yang membuat saya takjub adalah proses memiliki web itu bisa hampir menyamai proses memiliki rumah pribadi. Walaupun saya belum memiliki rumah sendiri, tapi saya merasa ini kayak membeli rumah sendiri. Beberapa hal yang membuat saya merasa kalau memiliki web mirip seperti proses memiliki rumah antara lain :

1. Memilih hosting dan domain yang tepat.
Ibarat dalam dunia properti, memilih hosting dan domain adalah proses awal sebelum membangun rumah. Cari lokasi, cari harga yang pas, dll. Jika diibaratkan satu satu, hosting itu adalah sebuah lahan kosong saja. Dalam memilih lahan untuk tempat tinggal, biasanya akan memilih lahan yang sesuai dengan lokasi, harga, dan keuntungan-keuntungan yang didapat. Sedangkan domain jika diibaratkan dalam dunia properti adalah nama lokasi lahan. Bisa berupa nama pemilik lahan atau nama yang sekedar nama. Dan nantinya, web itu akan menjadi rumah. Mungkin bisa dibilang proses ini adalah proses mencari developer yang tepat.

2. Memilih theme web yang tepat.
Kalau sudah masuk sini, berarti proses pembangunan web dimulai. Mencari desain yang tepat, mencari warna yang pas, dan yang paling dasar, mencari tampilan luar yang pas dan menarik. Ketika punya rumah pribadi, tentunya kita mau rumahnya dibilang bagus dong, walaupun baru melihat dari depannya saja. Bagian dalamnya? Itu selanjutnya.

3. Mengatur hal-hal kecil dan detail lainnya.
Kalau theme sudah selesai, berarti rumahnya sudah selesai dibangun. Tapi belum siap menerima tamu, karena sebagai pemilik web, banyak detil yang harus dirapihkan. Malu lah ya, kalau sebuah rumah bagusnya hanya didepannya saja? Ibaratnya sekarang saatnya merapihkan perabotannya dulu. Kalau di web, biasanya akan ngatur : headernya mau seperti apa, widget apa saja yang akan dipasang dan akan dipasang dimana saja, bentuk tulisannya akan seperti apa, dll.

4. Proses renovasi.
Bisa saja ya, kalau sebuah rumah dirasa perlu diberikan tambahan ruang, atau perlu diberi perubahan, maka proses renovasi tidak bisa tidak dilakukan. Berarti kembali lagi ke poin nomor 2 dan 3. Kembali membangun, yang artinya mencari theme baru untuk web, kemudian mengatur ulang perabotan dan furniture lainnya, yang berarti mengatur lagi header, widget, dll.

Seperti itulah. Mungkin ini hanya analisa pribadi saya yang notabene adalah seorang amatir di dunia IT. Tapi dibalik segala kesusahan, keribetan, dan ke-stress-an, semua proses itu adalah demi sebuah kenyamanan. Kenyamanan saya sebagai pemilik web atau si tuan rumah, ataupun kenyamanan dari para pengunjung web atau para tamu yang berkunjung.

Buat saya, ini jadi semacam bayangan kalau nanti saya punya rumah pribadi. Ya prosesnya kurang lebih sepertinya. Walaupun saya yakin, proses memiliki rumah pribadi itu barkali-kali lebih ribet dibanding memiliki web pribadi.

Sekarang saya tidak bingung lagi, kenapa di setiap website, bagian depannya disebut dengan HOME. Rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

63 + = 68