[MIND & THOUGHT] Never Say Never – JKT48

Saya pernah ditanya dalam sebuah siaran radio, ketika menjadi narasumber tentang topik musik :

Penyiar :  Lagu apa atau siapa sih musisi yang pas awal muncul kamu gak suka, tapi belakangan malah suka?

Salah satu yang saya sebut adalah JKT48. Seriously, no offense to any JKT48 Fans, saat awal kemunculan JKT48, saya menganggap JKT48 seperti girlband pada umumnya. Walaupun mereka tidak menyebut grup mereka sebagai girlband, melainkan Idol Group. Ya mungkin karena mereka muncul saat fenomena girlband dan boyband sedang menjamur di dunia musik Indonesia.

500px-JKT482016

Pic from stage48.net

Tapi kemudian saya merasa kalau JKT48 ini memang bukan grup musik biasa. Grup ini adalah “cabang”, atau “franchise”, atau mereka menyebutnya sebagai Sister Group dari sebuah idol group dari Jepang bernama AKB48. Jumlah anggotanya pun tergolong “tidak wajar” untuk sebuah grup musik. Saat saya bikin tulisan ini, jumlah anggotanya adalah 64 orang, yang sampai sekarang saya gak berhasil menghafal nama-nama mereka. Kalau ada kesempatan interview mereka, pertanyaan pertama yang mau saya tanya : berapa lama waktu yang diperlukan buat menghafal semua nama member JKT48. Hahahaha.

Team J JKT48 Pic from stage48.net

Team J JKT48 (early 2016)
Pic from stage48.net

 

Oh iya, saat saya bikin tulisan ini juga, saya sudah menyukai JKT48. Ya anggaplah saya juga seorang JKT48 Fan. Hehehe.

Melanjutkan kalau JKT48 ini bukan grup musik biasa, mereka memiliki teater sendiri. JKT48 Theatre ada di Plaza fX Sudirman. Saya sendiri belum pernah nonton di JKT48 Theater langsung dan hal ini jadi wishlist saya. Pengen ngerasain nonton JKT48 langsung di teater mereka. Kalau nonton mereka di konser, saya sudah pernah.

Team KIII JKT48 Pic from stage48.net

Team KIII JKT48 (early 2016) Pic from stage48.net

Tadi saya sebut kalau saat ini JKT48 punya 60an member. Apakah mereka kalau tampil langsung ber-60? Tentu tidak. Jadi mereka punya sistem Team. Dari total 60an member ini, mereka dibagai dalam Team J, Team KIII (read: K – Three), Team T, dan Team Trainee. Saya kurang paham tentang dasar pembagian team ini, tapi kalau sekarang, KEBANYAKAN anggota Team J adalah member JKT48 generasi 1, anggota Team KIII adalah member JKT48 generasi 2, anggota Team T adalah member JKT48 generasi 3, dan anggota Team Trainee adalah member JKT48 generasi 4. Walaupun sekarang di masing-masing team sudah mulai dicampur antara Team dan generasinya. Tidak semua anggota Team J adalah generasi 1, dst. Setau saya, jadwal tampil di teater ada khusus per team. Team J punya show sendiri, Team KIII show sendiri, dst.

Bagaimana dengan tampil di media? Kalau di TV, biasanya yang tampil adalah member-member terpilih yang memang menyanyikan single itu. Begitupun dengan tampil di radio, hanya sebagian kecil member yang akan tampil.

Team T JKT48 Pic from stage48.net

Team T JKT48 (early 2016) Pic from stage48.net

Kalau merilis single gimana pembagiannya? Jadi mereka punya istilah Senbatsu. Senbatsu ini adalah team yang berisi member-member terpilih yang dipercaya untuk membawakan single JKT48. Biasanya senbatsu ini berisi 16 member yang dipilih dari Team J, KIII, dan Team T. Pemilihan member ini bisa dipilih oleh management JKT48 (biasa disebut JKT48 Operation Team atau JOT) atau bisa dipilih langsung oleh JKT48 Fans. Dari hampir 13 single JKT48, 3 diantaranya dipilih oleh fans dan sisanya dipilih oleh JOT.

Salah satu yang cukup membuat saya takjub adalah (menurut saya) semua hal dari JKT48 bisa dijadiin duit. Kalau penjualan album, CD, DVD, tiket teater, atau tiket konser ya biasa ya. Tapi mulai dari salaman (handshake), foto dengan idola, mendukung member supaya bisa masuk single, dan mungkin ada hal lain juga, tidak bisa dilakukan fans dengan cuma-cuma. Mereka perlu membeli album CD atau DVD buat dapet kesempatan salaman dengan member JKT48 selama 10 DETIK! Itu pun gak boleh foto bareng. Mau foto? Ada kupon Photo Shot di album JKT48.

Team Trainee JKT48 Pic from stage48.net

Team Trainee JKT48 (early 2016) Pic from stage48.net

Ketakjuban lain adalah para member JKT48 punya akun twitter VERIFIED dan G+ official yang berlaku selama mereka berstatus member JKT48. Tapi jangan harap para member ini akan membalas mention fans di twitter. Never. Mungkin memang itu aturan yang diterapkan. Dan nampaknya para fans JKT48 bisa menerima aturan ini. Kadang saya ngecek siapa yang mention mereka, dan tidak ada tweet fans yang isinya “minta follback” atau “bales mention aku”.

Gimana kalau ada member JKT48 yang akan keluar dari grup? Mereka menyebutnya sebagai kelulusan atau graduation. Ada beberapa eks member JKT48 yang melewati proses graduation, contohnya Rica Leyona, Stella Cornellia, Elaine Hartanto, dll. Ada juga member yang “terpaksa” diluluskan karena melanggar aturan management, yang paling baru adalah Delima. Yang unik, setelah mereka lulus, mereka seolah perlu “mengembalikan” akun sosial media yang mereka miliki saat di JKT48. Atau dengan kata lain, akun sosial media masing-masing member sebenarnya adalah milik management. Bahkan setelah lulus, akun official member yang lulus akan hilang dari twitter. Yang saya perhatikan juga, akun baru dari member yang lulus ini seperti tidak mewakili nama populer mereka. Misal, Stella Cornellia setelah lulus mengganti twitternya menjadi stella_scw (ketimbang langsung menggunakan ID twitter stellacornellia atau stella_cornellia), Rica Leyona mengganti twitternya setelah lulus menjadi cha_rica19, Elaine Hartanto mengganti twitternya jadi elnhrtnt, dan juga member-member lain yang lulus lainnya. Akunnya jadi gak bisa dibaca langsung, layaknya menyebut nama mereka. Got my point? Mungkin ada perjanjian khusus? Gak tau juga.

Tapi yang jelas, selain menganggap kalau JKT48 adalah sebuah fenomena musik, buat saya JKT48 ini adalah tipikal musik yang enak dilihat. Ketimbang hanya mendengarkan musiknya. Kalau cuma mendengarkan, saya mungkin senewen. Karena tata bahasa pada lirik mereka itu kadang aneh, kalau ngikut aturan bahasa Indonesia. Sementara kalau melihat mereka langsung, rasanya senang melihat mereka nyanyi sambil menari mengikuti lagu ditambah lagi mereka (nampaknya) dilatih untuk SELALU tersenyum. Senyum itu menular kan? Hehehehe. Makanya saya gak terlalu suka single JKT48 yang “agak serius”, seperti River, Angin Yang Sedang Berhembus, dan Beginner. Mereka gak banyak senyum di lagu-lagu itu. Hahahahaha.

Saat ini pun saya juga masih mengumpulkan CD-CD mereka. Masih banyak CD yang belum saya punya, tapi ya saya memang udah niat buat mengumpulkan CD single dan album mereka. Ya gitu deh fenomena JKT48 menurut saya. Ada yang mau nemenin saya nonton mereka di teater? Hehehehe. Semoga kalau lagi di Jakarta, saya bisa sempet mampir dan nonton mereka di JKT48 Theater.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − = 9