Movie, Review

[MOVIE REVIEW] Surat Kecil Untuk Tuhan

Seberapa jauh kamu bisa mengingat masa kecilmu? Film Surat Kecil Untuk Tuhan mengajak penontonnya untuk menelusuri masa kecil seorang Angel dan kakaknya, Anton.

STORYLINE :

Anton dan Angel adalah kakak beradik yang dibesarkan oleh pamannya yang pemabuk dan juga bibinya yang baik hati. Namun, mereka tidak tahan dengan paman mereka hingga akhirnya mereka kabur dan bertemu dengan Om Rudi yang membawanya ke sebuah rumah tempat anak jalanan. Untuk membayar biaya hidup dengan Om Rudi, Anton dan Angel bekerja di jalanan sebagai pengamen, sambil mereka menunggu ada orang tua angkat yang mengadopsi mereka. Suatu ketika, Anton dan Angel harus berpisah karena Angel mengalami kecelakaan hingga tak sadarkan diri di rumah sakit, sementara Anton diberi kabar kalau dia mendapat orang tua angkat. Hingga belasan tahun kemudian, Angel mendapat orang tua angkat dan tinggal di Australia, dia tidak bertemu dengan kakaknya. Saat Angel dilamar pacarnya, Martin, saat itulah Angel berusaha untuk menyelesaikan rasa penasarannya dengan kabar kakaknya. Hingga dia kembali ke Indonesia dan menghubungi orang-orang yang menurutnya tau kemana Anton. Berhasilkah Angel dengan misinya? Saksikan film Surat Kecil Untuk Tuhan.

TRAILER :

REVIEW :

Film ini jadi film kedua favorit saya untuk film Lebaran tahun ini. Adegan-adegan dan akting dramatis dari para pemainnya mulai dari Bunga Citra Lestari, Joe Taslim, Aura Kasih, hingga ke pemain anak-anaknya berhasil membawa film ini menjadi film drama yang berpotensi mengeluarkan air mata. Didukung dengan paduan suara anak-anak dan video klip soundtrack Suka Hati yang menampilkan sisi happy-nya anak-anak, membuat film ini seperti layak untuk semua umur. Sayangnya, di film ini banyak sekali adegan kekerasannya di paruh pertama filmnya. Lembaga Sensor Film rupanya melabelkan film ini untuk 13 Tahun Ke Atas, walaupun harusnya film ini untuk dewasa saja. Baru 10 menit film berjalan di awal saja, jujur saya gak nyaman dengan adegan-adegan cruel di film ini. Untungnya tidak di semua bagian film. Paruh kedua film ini lebih ke arah dramatis karena banyak mengangkat cerita Angel yang mencari kakaknya. Kesan dramatisnya lebih kena di saya ketimbang kesan cruel-nya. Mungkin karena belum berkeluarga, walaupun sebenarnya, ya tadi, saya pun tidak nyaman dengan adegan cruel di film ini. Bahkan ketika nonton film ini di bioskop, ada anak kecil yang nonton film ini bersama orang tuanya, tapi saya yang khawatir dengan anak tersebut lihat adegan kasar di film ini. Jadi ada baiknya ya para orang dewasa, tontonlah film ini dengan orang dewasa lainnya, jangan dengan anak kecil. Dan be wise. Biar lah adegan di film ini terjadi di film ini saja, jangan ditiru. Tapi overall, film ini berhasil bikin saya terharu dan duduk sampai filmnya habis bis bis. Paduan suaranya bagus.

RATES : 3.75 of 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

60 − = 54