[MOVIE REVIEW] Jailangkung

Duo Rizal Mantovani dan Jose Purnomo pernah sukses menebar teror dalam film Jelangkung sekitar 17 tahun lalu. Apakah kali ini mereka sukses memberi teror dalam film Jailangkung?

STORYLINE :

Angel, Bella, dan Tasya melakukan perjalanan ke sebuah tempat bernama Alas Keramat setelah ayah mereka ditemukan koma di tempat tersebut. Mereka bertiga pergi bersama Rama, seorang mahasiswa yang dikenal Bella karena Rama mengerti dengan dunia metafisika. Sampai di pulau misterius itu, diketahui bahwa ayah Bella ternyata main jailangkung untuk sebuah alasan. Rupanya saat ayah Bella bermain jailangkung, ada arwah lain yang mengikutinya dan itulah yang membuat dirinya koma. Apa yang harus dilakukan oleh Angel, Bella, Tasya, dan Rama agar ayahnya bisa segera sadar dari koma? Temukan jawabannya dalam film JAILANGKUNG.

TRAILER :

REVIEW :

Setelah kurang lebih 17 tahun berlalu dari film Jelangkung, tentunya ada ekspektasi terhadap karya terbaru dari Rizal Mantovani dan Jose Purnomo. Sayangnya ekspektasi itu tidak bisa terpenuhi. Film ini tetap ada adegan yang membuat saya mendadak mengumpat karena tidak siap dengan kejutan adegannya. Tapi seingat saya hanya satu kali saya teriak, setelah itu saya lebih siap untuk kejutan lain yang sayang sekali tidak terulang. Lagi-lagi film ini termasuk dalam film pendek yang berdurasi kurang dari 90 menit dan buat saya itu poin minus. Masih banyak yang bisa digali dari cerita film ini untuk sekedar menambah durasi film supaya at least nyampe 90-100 menit lah. Dan setelah mengenalkan sosok suster ngesot dalam film Jelangkung, sekarang ada istilah mati anak di film ini. Sayangnya penjelasan tentang mati anak ini terasa kurang mengena. Sepertinya istilah mati anak akan berlalu begitu saja seperti dulu pernah ada istilah hostes bunting di film Tusuk Jelangkung. Akting para pemainnya tidak buruk, cuma untuk pengenalan karakter masing-masing pemain dirasa kurang. Rama yang (awalnya diceritakan) paham tentang metafisika, hanya dijelaskan sedikit proses dia mempelajari kasus keluarga Bella ini. Kemunculan arwah ibu Angel juga sebatas begitu aja. Segitu aja deh reviewnya. Untuk sekedar tontonan horor, ya boleh lah buat nonton film ini.

RATES : 3 of 5 stars

2 comments

  1. Nyesel mas nonton film ini. Kirain lebih ‘wow’ dari film sebelumnya. Bener kata mas dimas, teriaknya cuma sekali doang. Habis itu saya malah nahan ketawa sama temen. Lebih seru horor yang jualan paha. Adegan ngagetinnya lebih banyak walau nggak mutu-mutu amat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

59 + = 62