Book, Review

[BOOK REVIEW] Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh

Ada pengalaman unik yang saya alami terkait dengan novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (Supernova: KPBJ) ini. Dulu ketika buku ini pertama kali rilis di tahun 2001, saya merasa saya juga perlu membaca buku ini. Karena saat itu buku ini adalah sebuah fenomena. Semua orang membicarakan buku ini dan menyebut buku ini adalah buku wajib baca. Akhirnya, pinjam lah saya buku Supernova: KPBJ ini di perpustakaan sekolah —oh saya masih SMP ketika buku ini rilis saat itu. Saya ingat betul ketika itu saya berhenti di halaman 11 dan tidak melanjutkan membaca. Bagi saya saat itu, buku ini menggunakan bahasa yang cukup rumit. Sebagai anak SMP, saya merasa buku ini berat. Lalu ya udah gitu aja. Saya tidak membaca buku ini lagi.

supernova kpbj

Sampai akhirnya di awal tahun 2014, 13 tahun setelah saya menyerah membaca buku Supernova: KPBJ, muncul berita kalau buku ini akan diangkat ke layar lebar. Rasa penasaran saya pun mulai tumbuh. Penasaran untuk tau jalan cerita dari buku ini. Apalagi dari sisi aktor dan aktris yang dipilih untuk berperan di film ini adalah aktor dan aktris yang bersinar di dunia film Indonesia. Dengan niat pun, saya mengumpulkan novel-novel Supernova ini. Mulai dari “Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh”, “Akar”, “Petir”, “Partikel”, dan “Gelombang”. Ibarat sinetron kejar tayang, saya pun super ngebut membaca buku Supernova: KPBJ ini, sebelum filmnya rilis.

Jadi, Supernova: KPBJ ini ceritanya diawali dengan pasangan Dimas dan Reuben yang sudah 10 tahun menjalin hubungan. Mereka kemudian berpikir untuk membuat sebuah tulisan fiksi. Mereka menciptakan 3 karakter: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Sosok Kesatria digambarkan sebagai sosok pria, matang, tajir, seorang managing director. Sosok Putri digambarkan sebagai seorang wanita karir yang cantik, anggun, memiliki pekerjaan yang mapan. Sementara sosok Bintang Jatuh, digambarkan sebagai sosok yang diharapkan oleh banyak orang, datang tiba-tiba, tapi tetap cantik. Tanpa Dimas dan Reuben sadari, di luar sana ada sosok Ferre, Rana, dan Diva. Ferre adalah seorang bujangan yang memiliki posisi penting di kantornya. Bahkan banyak majalah yang ingin mengangkatnya dalam sebuah artikel. Rana, seorang jurnalis yang beruntung bisa mewawancarai Ferre. Ternyata setelah wawancara itu, hubungan Rana dan Ferre berlanjut. Padahal Rana sendiri sudah menikah dengan Arwin, seorang pria yang baik luar biasa. Arwin pun bukan tidak tau tentang hubungan Rana dan Ferre. Ada juga sosok Diva, seorang model, seorang pelacur kelas atas bertarif dollar, seorang yang luar biasa pintar namun agak misterius. Tanpa mereka sadari, mereka semua (Reuben, Dimas, Rana, Ferre, dan Diva) terhubung dengan sosok lain bernama Supernova. Bagaimana akhir dari kisah ini? Baca novelnya saja. Atau tunggu filmnya yang akan rilis di tanggal 11 Desember 2014.

Saat sekarang saya baca novel Supernova: KPBJ, saya bisa membacanya dengan cukup lancar. Mungkin seiring bertambahnya umur, bertambahnya pengetahuan, dan bertambahnya pengalaman, jadi saya menikmati novel ini. Dan saya semakin tidak sabar untuk menyaksikan versi visual dari buku ini. Bagaimana Raline Shah menghidupkan Rana, Junot menghidupkan Ferre, Paula Verhoeven menghidupkan Diva, Hamish Daud menghidupkan Dimas, Arifin Putra menghidupkan Reuben, serta Fedi Nuril menghidupkan Arwin. Walaupun saya sadar, saya tidak bisa membandingkan 2 media ini. Versi filmnya pasti akan ada penyesuaian dibandingkan versi bukunya.

Ngomong-ngomong soal bukunya, novel Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh sudah sempat dicetak berkali-kali, beberapa kali berganti cover, dan akhirnya juga ganti penerbit–CMIIW about the last point. Berikut adalah beberapa gambar cover buku Supernova: Ksatria, Putri, dam Bintang Jatuh.

kpbj
Cover Supernova: KPBJ versi 1
kpbj2
Cover Supernova: KPBJ versi 2
kpbj3
Cover Supernova: KPBJ versi 3
kpbj4
Cover Supernova: KPBJ versi 4 (travel pack edition)

Dari keempat versi ini, sebenarnya saya suka yang cover keempatnya. Tapi karena travel pack edition, ukurannya berbeda dengan buku sebelumnya. Dan saya paling tidak suka dengan yang cover ketiga, karena kalau dilihat bukunya, logo dan tulisan di cover itu tidak begitu terlihat. Mungkin karena covernya hitam dan warna tulisannya biru gelap agak keunguan. Tapi ya cover itu hanya bagian depannya. Isinya tetap yang lebih penting kan? Sekarang sudah sampai novel kelima (Gelombang) dan saya sedang membaca yang Akar. 🙂

1 thought on “[BOOK REVIEW] Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh

  1. Kebingungan di awal cerita… Tapi karena penasaran dan ga bisa berhenti akhir nya selsai juga..
    Dan sekarang saya pun lanjut sama akar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + = 15