[APPLICATION REVIEW] Path

Nampaknya dunia sosial media masih akan terus meluncurkan inovasi-inovasi terbarunya. Setelah Friendster, Facebook, Twitter, Foursquare, kini muncul sebuah sosial media baru bernama PATH, sebuah aplikasi yang diluncurkan di bulan November 2010 oleh mantan petinggi Facebook : Dave Morin, dan rekannya Shawn Fanning.

Buat saya, aplikasi ini seperti foursquare : ketika dijalankan lewat PC/laptop/komputer malah bikin bingung. Tapi kalau dilihat dari fitur-fitur yang disediakan, bisa dibilang Path adalah sebuah aplikasi kompilasi sosial media.

Di Path, kamu bisa mengunggah sebuah foto layaknya twitpic ataupun Instagram. Bisa juga kamu berbagi informasi tentang lagu, film, ataupun buku yang sedang kamu dengar, tonton, ataupun baca layaknya #NowPlaying #NowWatching ataupun #NowReading di twitter. Bisa juga memberitahukan lokasi kamu sekarang persis seperti check in di foursquare, bisa juga hanya sekedar memberikan opini atau curhat tentang apapun persis seperti menulis status di friendster ataupun facebook. Yang keren, di Path juga bisa menggabungkan status. Misal : upload foto makanan dan kamu ingin memberi tahu lokasinya dan ingin memberi tahu kamu disana dengan siapa. Bisa. Bisa banget. Di Path juga bisa memberitahukan kalau kita mau tidur atau baru bangun. Disamping itu juga, Path juga bisa saling berkirim pesan antar teman. Oh iya! Di Path juga bisa memberikan komentar ataupun sekedar emoticon terhadap apa yang diunggah teman kita.

Komplit ya? Gabungannya friendster, facebook, twitter, twitpic, foursquare, dan instagram. Eits. Tapi ternyata, di Path hanya bisa berteman dengan MAKSIMAL 150 teman. Jadi bersiaplah untuk menjadi selektif dalam menerima friend invitation di Path.

Seperti yang saya bilang, Path itu malah bikin bingung ketika dibuka di PC/Laptop/komputer. Jadi saya menyebut bahwa Path ini adalah aplikasi yang mobile friendly. Sayangnya, aplikasi ini hanya bisa beroperasi di OS Android dan iOS. Jadi untuk yang OS BlackBerry, Java, Symbian, dll harus punya Android atau iOS dulu biar bisa nge-Path.

Berkaitan dengan jumlah teman maksimal di Path yang hanya bisa menerima 150 teman, saya jadi berpikir : menurut saya Path ini kurang cocok untuk anak sekolahan (SD/SMP/SMA) bahkan anak kuliahan sekalipun. Karena menurut saya, di saat bangku sekolah dan kuliah ya memang akan ada banyak teman, tapi saat naik ke tingkat pendidikan selanjutnya dan seterusnya, akan ada ratusan orang yang akan dikenal dan ada lebih dari 150 orang yang bisa djadikan teman. Kalau saat bangku SMA (misalnya) teman Path-nya sudah penuh, maka harus ada teman yang di-unshare untuk kemudian digantikan oleh teman baru dari tingkat pendidikan lanjutan. Semoga sih tidak ada drama-drama yang muncul hanya karena di-unshare di pertemanan di Path. Melongok ke ranah twitter yang muncul banyak drama setelah di-unfollow, semoga sih Path tidak seperti itu. Total 150 teman ini adalah benar-benar teman bahkan sahabat yang dekat dengan si pemilik akun.

Oh iya. Ketika melakukan aktivitas di Path, aktivitas itu bisa juga di-share di akun facebook, twitter, tumblr, dan foursquare dari pengguna. Dengan syarat, ke-empat akun sosial media itu sudah diintegrasikan. Di Path juga bisa me-mention teman yang saat itu sedang bersama pengguna. Konsepnya mirip seperti mention di twitter.

Secara keseluruhan, aplikasi Path ini cukup berguna. Justru disini tempat yang pas untuk berkeluh kesah, karena 150 teman yang diterima adalah orang-orang yang dikenal. Berbeda dengan twitter yang orang lain bebas mengetahui apa yang kita rasakan hanya dengan menekan tombol follow. Dengan catatan, akun twitternya tidak digembok. Saya sih puas dengan aplikasi ini. Dan yang masih saya pertanyakan, ada nggak ya, orang yang punya akun Path lebih dari satu? Saking nggak pengennya meng-unshare siapapun dari daftar teman. Oh iya, Path ini tergolong aplikasi yang tidak bisa online di banyak tempat. Beda dengan twitter yang bisa online di beberapa tempat sekaligus. Waktu itu saya pernah nyoba mengaktifkan path di 2 gadget, ternyata salah satunya langsung tertutup. Tidak tau kalau sekarang.

Jadi, sudah coba menggunakan Path?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

72 + = 82