[MOVIE REVIEW] Quartet (2013)

Saya cukup penasaran saat tau akan ada film ini. Sayangnya, film yang dirilis tepat di Tahun Baru 2013 ini tidak kunjung tayang di bioskop Indonesia hingga tahun 2013 memasuki bulan kedelapan. Tapi akhirnya ya saya dapat kesempatan untuk menonton film ini.

STORYLINE :

Cerita ini berasal dari sebuah rumah para orang lansia atau yang di Indonesia disebut dengan Panti Jompo, bernama Beecham House. Rumah ini berisi para pensiunan penyanyi dan musisi opera yang pernah jaya di masanya. Setiap tahunnya, mereka mengadakan sebuah pertunjukkan untuk merayakan hari kelahiran salah satu legenda opera, Guiseppe Verdi. Pertunjukkan ini juga dimaksudkan untuk membuat Beecham House tetap berjalan. Tiga sahabat : Wilf, Reggie, dan Cissy sudah lebih dulu tinggal di Beecham House dikejutkan dengan kedatangan dengan satu sahabat mereka lainnya, Jean. Bagi Reggie, ini jadi kejutan tersendiri. Karena di masa lalu, mereka pernah terikat sebagai suami-istri. Rupanya kedatangan Jean menjadi salah satu cara yang digunakan Cedric, ketua penyelenggara pertunjukkan, untuk menggaet banyak penonton dan banyak donatur sehingga Beecham House bisa terus berjalan. Cedric berpikir, menggabungkan kembali grup Quartet bisa mendatangkan banyak penonton. Sayangnya, Jean sudah memutuskan untuk tidak lagi bernyanyi. Bagaimana kelangsungan grup Quartet? Apakah pertunjukkan tahunan Beecham House akan berhasil? Saksikan QUARTET!

quartet1

REVIEW :

Film ini manis. Totally a sweet drama movie! Melihat kehidupan opa-oma di dalam sebuah Panti Jompo. Kalau di film, mungkin kondisi tempat Panti Jomponya benar-benar terawat, walaupun ternyata mereka tetap berjuang untuk berjalan dengan bantuan donatur. Melihat mereka yang tetap tersenyum, tetap bahagia, tetap menikmati hidup di hari tuanya. Ah! I’m such a drama person. Mungkin karena mereka hidup bersama orang-orang yang memiliki hobi dan favorit yang sama, yaitu sama-sama mantan penyanyi opera. Mungkin. Tapi secara keseluruhan, film ini memang sebuah film drama dengan sentuhan musikal opera. Akting para pemainnya tidak perlu diragukan ya. Didukung oleh aktor dan aktris yang pernah mendapat nominasi dan menjadi pemenang Oscar, seperti Maggie Smith, Tom CourtenayBilly ConnollyPauline Collins, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi film ini juga didukung oleh musisi yang saat mudanya benar-benar menjadi musisi opera. Saat film ini berakhir, saya sempat merasa seperti menonton film Sister Act versi lansia. Terlepas di film ini ada Maggie Smith yang dulu juga mendukung film Sister Act 1 dan 2. Seperti itulah alur yang ingin dibangun di film ini, menurut saya. Meyakinkan seseorang untuk tampil di depan publik hingga muncul konflik bahkan di detik-detik akhir saat akan tampil. Coba nonton film ini. Sweet movie! 🙂

RATES : 4 of 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

53 + = 59